sosial-media
Informasi

Google Diblokir. Apa??

Beberapa hari lalu, tersebar kabar yang viral di sosial media. Google terancam diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo). Tidak hanya Google, Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat lain seperti Facebook, Youtube, dan Whatsapp juga akan mengalami hal yang sama. “Ancaman” tersebut akan benar-benar dilaksanakan jika hingga tanggal 20 Juli 2022 nanti PSE Lingkup Privat tidak mendaftar ke Sistem Perizinan Berusaha Berbasis Elektronik. Dengan kata lain, sebelum tanggal tersebut para PSE Lingkup Privat harus sudah terdaftar ke dalam sistem.

Langkah tegas ini diberikan kepada PSE Lingkup Privat dari dalam maupun luar negeri yang beroperasi di Indonesia. Hingga saat ini, baru TikTok dan LinkTree yang telah melakukan pendaftaran. Pada laman Kominfo, disebutkan terdapat 6 kategori PSE Lingkup Privat yang wajib melakukan pendaftaran. Kategori tersebut antara lain:

  1. melakukan penawaran atau perdagangan barang/jasa,
  2. menyediakan layanan transaksi keuangan,
  3. menyediakan layanan materi digital berbayar,
  4. menyediakan layanan komunikasi,
  5. menyediakan layanan mesin pencari,
  6. melakukan pemrosesan data pribadi untuk transaksi elektronik.

Terlepas dari isu yang beredar mengenai pajak yang akan dikenakan kepada PSE, ada hal yang sebaiknya turut dipahami oleh masyarakat. Dengan terdaftarnya PSE tersebut ke dalam sistem yang dikelola Kominfo, maka dapat dikatakan mereka menyetujui peraturan yang berlaku di Indonesia khususnya Undang-undang ITE. Selain itu, jika terjadi penyalahgunaan data pengguna oleh PSE tersebut, maka pihak berwenang memiliki dasar yang kuat untuk menindaknya. Masyarakat juga akan memiliki rasa aman ketika menggunakan aplikasi yang telah terdaftar pada sistem Kominfo. Ini mengingatkan kita kepada maraknya aplikasi pinjaman online beberapa waktu lalu yang berujung pada penipuan hingga teror. Jadi ini merupakan salah satu upaya preventif yang dapat dilakukan pemerintah untuk melindungi rakyatnya.

Namun ada ketakutan yang dirasakan oleh masyarakat jika seandainya aplikasi dari PSE Lingkup Privat yang telah digunakan dan diandalkan oleh masyarakat seperti Google beserta afiliasinya tidak mendaftarkan diri. Google memiliki banyak afiliasi yang membantu memudahkan keperluan kita sehari-hari mulai dari surat elektronik (GMail), peta digital (Google Maps), aplikasi administrasi (Google Document, Google Spreadsheet, Google Slide) berbasis daring, situs berbagi video (Youtube), hingga aplikasi pertemuan digital (Google Meets) yang dapat digunakan untuk mempermudah urusan kantor maupun belajar mengajar. Semua hal yang diberikan Google telah dimanfaatkan oleh hampir seluruh ranah kehidupan. Tidak hanya Google, matinya akses PSE Lingkup Privat di Indonesia ini akan mematikan banyak industri. Banyak konten kreator Indonesia yang mendapatkan penghasilan dari kontennya di Youtube. Masyarakat tidak dapat lagi berkomunikasi dengan murah melalui Whatsapp. Siswa tidak lagi dapat melakukan pembelajaran jarak jauh. Jika dicermati lebih dalam, akan ada banyak dampak yang diberikan dari pemberlakuan ini.

Dengan melihat kedua sisi dari rencana pemberlakuan aturan ini, setidaknya masyarakat memiliki gambaran apa yang mungkin akan terjadi. Semoga saja pemberlakuan aturan ini tidak memberikan alasan lain bagi masyarakat untuk melakukan demonstrasi turun ke jalan yang cenderung berakhir anarkis. Doakan saja yang terbaik dari adanya aturan ini.

Kunjungi juga : Web SMK TI Bali Global Singaraja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *